Back to Articles

Categories
Alat Laboratorium

Cara Menggunakan dan Merawat Refraktometer, Jangan Sembarangan!

Refraktometer adalah instrumen laboratorium yang berguna untuk mengukur konsentrasi dari suatu zat tertentu dengan menggunakan bantuan indeks bias. Bagi Anda yang bekerja di laboratorium atau di bidang kimia, farmasi, biologi, dan sebagainya, pasti sudah tahu cara menggunakan refraktometer. 

Namun, jika Anda mungkin belum paham betul mengenai cara kerjanya, maka Anda belum terlambat untuk mempelajarinya sekarang. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai cara menggunakan, cara kerja, cara kalibrasi, hingga cara perawatan refraktometer. Simak hingga akhir untuk pemahaman lebih baik!

Cara Kerja Refraktometer

Sebelum melihat cara menggunakan refraktometer yang baik dan benar, akan lebih baik jika Anda mengetahui cara kerjanya terlebih dahulu. Alat ini adalah salah satu benda yang mampu menggantikan sebuah hydrometer, jika Anda gunakan dengan benar.

Umumnya refraktometer banyak digunakan di laboratorium, namun tidak jarang alat ini juga dapat ditemukan di industri makanan dan minuman. Karena alat ini mampu mengukur indeks bias pada bahan perasa hingga obat-obatan. Selain itu, refraktometer juga berguna untuk mengukur kadar gula, konsentrasi makanan, dan lainnya.

Bahkan, refraktometer juga dapat membantu pengolahan minuman beralkohol, bir, atau anggur. Fungsinya adalah untuk melacak fermentasi. Meskipun, saat ini khususnya di Indonesia masih jarang orang menggunakannya. Tentunya masih banyak jenis makanan atau minuman lain yang dapat refraktometer ukur.

Lalu, bagaimana cara kerja refraktometer hingga dapat mengukur konsentrasi zat? Alat ini melakukan pengukuran dengan menggunakan fenomena bias yang dapat muncul pada antarmuka larutan sampel dan prisma. 

Refraktometer juga menggunakan prinsip pembiasan cahaya atau refraksi cahaya dan merupakan salah satu jenis alat optik yang mirip dengan hydrometer. Ketika cahaya melewati antarmuka di antara dua zat yang berbeda, maka akan terjadi fenomena pembiasan.

Pada saat pemantulan terjadi secara total, cahaya tidak akan masuk ke antarmuka dua zat tersebut. Cahaya tersebut akan terpantul seakan bertemu dengan cermin. Ketika fenomena tersebut, akan terdapat sudut tempat cahaya datang dan disebut sebagai sudut kritis yang ditentukan oleh indeks bias dua zat.

Contoh cara kerja refraktometer adalah ketika Anda melakukan pengamatan pada sebuah sedotan yang Anda masukkan ke dalam gelas. Ketika sedotan Anda celupkan pada gelas yang telah berisi air, maka sedotan akan tampak bengkok dari luar. 

Namun, bila sedotan Anda masukkan ke dalam air larutan gula, maka sedotan akan memiliki bengkokkan yang jauh lebih tajam. Hal itulah yang bisa Anda sebut sebagai refraksi cahaya. Semakin tinggi nilai konsentrasi dari larutan, maka akan semakin bengkok pula sedotan akan terlihat.

Cara Menggunakan Refraktometer

Tentu saja untuk memahami alat laboratorium satu ini dengan baik, Anda juga harus tahu cara menggunakan refraktometer. Berikut adalah langkah-langkah menggunakan hand refractometer yang dapat Anda ikuti: 

1. Persiapan Alat dan Sampel

Sumber: Youtube pHmetermurah.com

Hal pertama yang harus Anda persiapkan adalah refraktometer itu sendiri. Alat tersebut harus sudah Anda pastikan terjaga kebersihannya sebelum memulai pengamatan. Selanjutnya adalah menyiapkan cairan yang akan Anda jadikan sebagai sampel pengamatan. 

2. Lakukan Kalibrasi

Pada saat mempraktekkan cara menggunakan refraktometer dan Anda menguji sampel, akan lebih baik jika Anda melakukan kalibrasi terlebih dahulu. Caranya adalah dengan memberikan beberapa tetes larutan NaCl atau aquades pada bagian prisma. 

Setelah itu, Anda bisa mengeluarkan larutan tersebut. Pastikan untuk membersihkan bagian prisma menggunakan kain atau tisu. 

3. Meletakkan Sampel

Sumber: Youtube pHmetermurah.com

Setelah itu, Anda dapat langsung menguji sampel yang sudah Anda siapkan sebelumnya. Anda bisa langsung meneteskan cairan ke bagian prisma. Sebaiknya Anda menggunakan pipet, agar proses ini lebih mudah. Ambil cairan dan teteskan cairan sampel tersebut sebanyak 2 hingga 3 tetes.

4. Tutup Refraktometer

Sumber: Youtube pHmetermurah.com

Cara menggunakan refraktometer selanjutnya, setelah Anda merasa sampel cairan sudah memenuhi prisma dengan cukup, jangan lupakan penutupnya. Pastikan Anda menutup prisma tersebut dengan hati-hati dan perlahan saja. Sebaiknya Anda pastikan juga, bahwa tidak terdapat gelembung saat Anda menutup bagian prisma tersebut. 

5. Lihat Hasil

Sumber: Youtube pHmetermurah.com

Anda bisa langsung melihat hasilnya melalui lensa yang berada di ujung lain refraktometer. Anda bisa mencatat hasil tersebut dan selesai, Anda sudah berhasil melakukan pengamatan. Selanjutnya, Anda bisa menyimpan refraktometer kembali setelah membersihkannya.

Cara Kalibrasi Refraktometer

Anda sudah tahu cara menggunakan refraktometer, maka akan kurang jika Anda tidak tahu bagaimana langkah untuk mengkalibrasinya. Kalibrasi yang rutin sangat penting untuk jenis alat pengukuran seperti refraktometer. Tujuannya adalah menjaga keakuratan alat tersebut. 

Kalibrasi rutin juga akan berpengaruh pada hasil indeks ketika Anda melakukan pengamatan. Biasanya Anda dapat melakukan kalibrasi pada refraktometer dengan sampel air suling. Berikut adalah cara kalibrasi refraktometer yang perlu Anda ketahui:

  • Anda harus membersihkan bagian prisma dan juga lensa refraktometer menggunakan tisu, kapas, atau kain bertekstur lembut yang sudah Anda beri tetesan alkohol. Ini berfungsi untuk menghilangkan kotoran-kotoran di lensa dan prisma.
  • Lalu, berikan aliran air hangat. Hal ini berguna agar instrumen laboratorium tersebut ada pada suhu pembacaan yang normal dan sesuai. Karena itu, suhu tidak boleh berada di angka yang kecil atau lebih besar dari 20 derajat celcius.
  • Selanjutnya, berikan aliran air pada lensa dengan bantuan pipet.
  • Ketika Anda sudah melihat perbedaan dari sisi gelap dan juga terang, selanjutnya Anda bisa melihat besaran indeks bias dari air suling. Namun, jika masih belum terlihat, maka Anda harus sabar untuk menunggunya selama beberapa saat.
  • Jika Anda sudah melihat nilai indeks dengan benar, maka segera catat nilai tersebut.
  • Setelah selesai, jangan lupa untuk membersihkan refraktometer kembali dengan baik dan benar.

Cara Perawatan Refraktometer

Sekarang Anda sudah mengetahui cara menggunakan refraktor beserta cara kerja dan cara kalibrasinya. Berikutnya Anda perlu mengetahui cara perawatan refraktometer yang baik dan benar. Alat ini harus Anda bersihkan setelah selesai digunakan. Hal ini tentu untuk menjaga refraktor agar lebih awet dan agar terhindar dari kerusakan. 

Bagian yang paling penting untuk Anda bersihkan adalah eyepiece dan juga prisma sampel. Karena, jika dua bagian tersebut tidak terawat dan kotor, maka pengamatan juga akan terganggu, karena indeks yang menjadi tidak stabil. Berikut adalah langkah-langkah cara perawatan refraktometer yang dapat Anda lakukan:

  • Pertama-tama, Anda membutuhkan kain yang lembut dan bebas serat untuk membersihkan eyepiece dan prisma. Contoh kain yang bisa Anda gunakan adalah kain selulosa, kain harus mampu menyerap untuk membersihkan prisma pengukur dengan optimal.
  • Kain tersebut harus Anda basahi terlebih dahulu dengan air. Anda juga bisa menggunakan larutan aseton atau etanol khusus untuk membersihkan sampel yang memiliki tekstur kental dan berminyak.
  • Bagian prisma harus langsung Anda bersihkan setelah pengamatan selesai. Sebaiknya Anda tidak menundanya, karena sisa-sia sampel yang menempel terlalu lama akan membentuk goresan pada prisma. Jadi, proses pembersihan bisa menjadi lebih sulit nantinya.
  • Sebaiknya Anda menggunakan pipet untuk meneteskan sampel di prisma. Hal ini adalah untuk menghindari terjadinya kontaminasi yang dapat merusak lapisan pada prisma.
  • Anda harus menghindari terbentuknya gelembung gas. Karena gelembung gas tersebut dapat mengambil bagian dari pengukuran yang Anda lakukan. Hasilnya, pengukuran akan menjadi palsu dan tidak akurat. 
  • Cara perawatan refraktometer selanjutnya sudah disebutkan sebelumnya, yaitu Anda harus rutin melakukan kalibrasi. Terutama jenis hand refractometer.
  • Refraktometer sebaiknya Anda simpan di tempat yang kering dan jangan meninggalkannya dalam keadaan basah agar tidak tumbuh jamur.
  • Hindari menyentuh bagian lensa sembarangan dengan tangan. Selain itu, jangan lupa untuk menutup bagian prisma ketika refraktometer tidak sedang Anda gunakan.

Sudah Mengerti Cara Menggunakan Refraktor?

Demikian ulasan mengenai cara menggunakan refraktometer, beserta cara kerja, kalibrasi, dan perawatannya. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda memahami penggunaan refraktor lebih baik.

Jika saat ini Anda sedang membutuhkan refraktometer untuk Anda jadikan alat berlatih, maka Anda bisa membelinya melalui PT Laboratorium Solusi Indonesia. Kami adalah salah satu penyedia berbagai alat laboratorium kualitas terbaik dengan harga yang bersahabat.

Anda bisa mendapatkan informasi lengkap mengenai alat laboratorium termasuk refraktometer dengan mengunjungi website resmi PT Laboratorium Solusi Indonesia di lsi.fleischhacker-asia.biz. Kami siap melayani dan menjadi partner terbaik untuk menyediakan kebutuhan laboratorium Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *