Back to Articles

Categories
Alat Laboratorium Distributor Alat Lab

Metode Titrasi: Pengertian, Cara Kerja, Jenis-Jenis, Contoh Penggunaan, dan Alat yang Digunakan, Lengkap!

Salah satu teknik untuk menentukan konsentrasi sebuah reaktan adalah titrasi. Teknik ini banyak digunakan dalam pelajaran sekolah, tes laboratorium, hingga kimiawan-kimiawan yang mendunia. Penasaran untuk tahu lebih lanjut? Yuk, simak pengertian, jenis-jenis, dan contoh alat yang digunakan dalam teknik titrasi dibawah ini.

Pengertian

Seperti yang sudah disampaikan, titrasi adalah sebuah teknik atau metode untuk menentukan konsentrasi reaktan(bahan yang menyebabkan atau dikonsumsi dalam suatu reaksi kimia). Teknik ini memanfaatkan volume larutan lain yang sudah dikenal konsentrasinya untuk dibandingkan dengan larutan yang belum tahu konsentrasinya.

Prinsip cara kerja titrasi sebenarnya terdengar sangat mudah. Dibantu dengan alat-alat, larutan yang masih belum diketahui konsentrasinya akan ditambahkan beberapa tetes indikator asam-basa. Kemudian, larutan itu ditetesi dengan larutan yang sudah diketahui konsentrasinya. Terakhir, kita akan menghitung volume titran yang digunakan sampai titik ekuivalen, yang biasa akan ditunjukan dengan perubahan warna larutan indikator. Karena pengukuran volume larutan sangat penting dalam proses titrasi, proses ini juga sering disebut dengan nama analisis volumetrik.

Gimana? Walaupun terdengar mudah, sangat membutuhkan ketelitian tinggi dari seorang analis karena mengenal titik ekuivalen dan jumlah volume reaktor tidak mudah.

Jenis-Jenis

Dengan prinsip kerja titrasi yang sudah disampaikan, banyak metode titrasi yang bisa digunakan untuk larutan yang berbeda.

1. Titrasi Asam-Basa

Jenis titrasi ini termasuk yang paling sederhana. Larutan basa yang belum diketahui volumenya akan ditentukan oleh larutan asam yang sudah diketahui, dan sebaliknya. Titik akhir titrasi asam-basa adalah perubahan warna pada indikator, yang terjadi saat perubahan asam dan basa tepat habis bereaksi secara stoikiometri.

2. Titrasi Redoks/Oksidasi

Dalam titrasi ini, kita menentukan konsentrasi larutan suatu zat yang dapat bertindak sebagai oksidan atau peredam. Titrasi ini dibagi lagi menjadi 3 jenis, yaitu titrasi iodometri, yang menggunakan Iodin harus dibuat terlebih dahulu dengan reaksi redoks sebelumnya; Titrasi iodimetri, yang menggunakan Iodin yang sudah ada(langsung); Titrasi permanganometri, yang memanfaatkan ion Mn2+

Dalam titrasi redoks, terjadi transfer atau pertukaran elektron. Dimana ketika suatu zat mengalami reduksi, maka akan terjadi penambahan elektron. Sedangkan ketika zat mengalami oksidasi, maka elektron akan berkurang. Indikator dalam titrasi ini adalah perubahan warna dan atau potensiometer untuk mengetahui titik ekivalen atau titik akhir.

3. Titrasi Kompleksometri

Titrasi Kompleksometri melibatkan proses titrasi ion logam dengan agen pengompleks yang biasa digunakan untuk menganalisa kadar logam pada larutan sampel yang dapat membentuk kompleks dengan larutan standar(biasanya ligan). Indikator yang digunakan itu juga biasanya akan bereaksi dengan kelebihan titran (sama-sama membentuk ion kompleks) serta menunjukkan perubahan warna.

Contoh Penggunaan

Tentu saja banyak sekali pemanfaatan dari metode titrasi yang bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya titrasi akan sangat berguna dalam industri farmasi, kosmetik, pangan, dan minuman beralkohol. Simak beberapa contoh berikut ini:

  • Dalam pembuatan anggur, penting untuk mengetahui secara pasti berapa konsentrasi pada beberapa asam seperti tartarat, malat hingga asam sitrat. Hasil pengukuran ini berdampak besar pada fermentasi.
  • Dalam industri farmasi, titrasi redoks dilakukan untuk menganalisis jumlah kandungan vitamin C dalam sebuah sampel obat.
  • Titrasi dengan larutan basa dilakukan untung menghitung konsentrasi asam asetat dalam cuka, perbedaan perhitungan yang sedikit saja bisa menyebabkan rasa yang berbeda.
  • Dalam pembuatan shampoo, sabun, kondisioner, krim, dan kosmetik lainnya, perlu dilakukan titrasi agar produk akhir tidak membahayakan/merusak kulit.
  • Kelebihan glukosa dalam urin dapat menandakan diabetes. Metode Benedict salah satu metode konvensional  untuk mengukur kadar glukosa dalam urin menggunakan pereaksi yang disiapkan.
  • Penetralan limbah minyak sayur dengan menentukan keasamannya.

Alat- alat

Metode yang digunakan dalam titrasi sangat mementingkan alat-alat, peralatan, dan instrumen kimia. Dengan berkembangnya teknologi setiap tahun, titrasi yang dulunya menggunakan alat-alat manual seperti tabung; sekarang bisa memanfaatkan mesin agar prosesnya lebih mudah dan hasilnya lebih akurat. Berikut kita lihat alat-alat yang digunakan dalam titrasi manual ataupun komputasi:

1. Buret dan Statif

Buret digunakan untuk mengambil cairan dengan ukuran yang sangat akurat dan tempat titiran. Ada tombol yang bisa digunakan untuk mengatur aliran udara dan gas. Statif dipakai untuk menahan buret saat proses titrasi.

2. Tabung Erlenmeyer

Sumber : wikipeedia.com

Tabung erlenmeyer digunakan untuk tempat analit yang akan dicari konsentrasinya. Labu erlenmeyer memiliki leher sempit dan mengembang di bagian dasarnya. Hal ini memudahkan untuk pencampuran cairan kimia tanpa takut resiko tumpah.

3. Bulb Pipette

Sumber: prima-brt

Karet penghisap digunakan untuk mengambil analit saat menggunakan pipet volume.

4. Pipet Ukur/Volume

Pipet volume untuk mengambil analit dengan volume tertentu misal 10, atau 25 mL. Pipet volume lebih akurat dari gelas ukur sehingga untuk volume kecil direkomendasikan memakai pipet ini.

5. Pipet

Pipet tetes dipakai untuk mengambil indikator yang akan digunakan pada waktu titrasi.

6. Labu

Sumber : wikipedia.com

Labu Takar berfungsi untuk membuat larutan standar atau titran, misalnya titran dengan konsentrasi 0.1 M, 0.5 M dan sebagainya.

7. Unit Titrator

Sumber : wikipedia.com

Dengan berkembangnya teknologi, lebih mudah dan lebih banyak unit titrator yang bisa mempermudah proses titrasi yang dulunya digunakan secara manual dengan alat sederhana. Jenis titrasi redoks biasanya yang paling sering menggunakan titrator, seperti pada contohnya alat potensiometer.

Sudah Paham dengan Segala Hal Tentang Titrasi?

Setelah menyimak tentang titrasi dan fungsinya, Anda sadar bahwa proses titrasi sangatlah berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari kita, terutama untuk Anda yang berada di industri alkohol, kosmetik, pangan, dan sebagainya.

Oleh karena itu, banyak laboratorium yang mencari pengadaan alat laboratorium atau melakukan servis di perusahaan laboratorium terbaik untuk mendapatkan kualitas yang terjamin dalam pengadaannya.

Mengenai urusan pengadaan titrasi atau alat-alat lab lainnya, serahkan saja kepada Laboratorium Solusi Indonesia sebagai penyedia alat-alat laboratorium terbaik di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *