Back to Articles

Categories
Alat Laboratorium Distributor Alat Lab

Perbedaan Kaca Borosilicate dengan Kaca Soda-Lime

Sebagai analis laboratorium, tentunya kalian sudah tidak asing dengan penggunaan glassware. Begitu banyak jenis, ukuran, dan merek yang tersedia. Tapi, apakah penalty for possession of steroids in australia kalian tahu bahan glassware yang kalian gunakan? Oleh karena itu, keep it up until the end, folks!

A. Apa itu Glassware?

Laboratory glassware adalah peralatan laboratorium yang terbuat dari kaca (glass). Glassware biasa digunakan dalam laboratorium biologi dan kimia untuk membantu pengujian ilmiah berdasarkan hipotesis yang telah dibuat. Penggunaan bahan kaca sebagai pilihan alat laboratorium mengacu pada keunggulannya yang beragam, yaitu bersifat inert (stabil/nonreaktif), transparan, mudah dibentuk sesuai kebutuhan, serta tahan panas (heat-resistant).

Ada dua jenis bahan laboratory glassware: borosilicate glass dan soda lime glass.

Sebenarnya, apa yang membedakan keduanya?

Let’s check it out!

1. Borosilicate Glass

Sumber : amazon.in

Borosilicate glass adalah kaca yang mengandung silikon dioksida dan boron trioksida sebagai konstituen pembentuk utama. Jenis kaca borosilikat memiliki koefisien ekspansi termal yang rendah sehingga memungkinkan kaca tidak pecah ketika berada di bawah suhu ekstrem.

Kaca jenis ini lebih tahan dibandingkan dengan jenis gelas biasa lainnya terhadap goncangan termal. Kuat digunakan pada freezer dan juga oven. Resistensi terrmal yang tinggi ini disebabkan oleh koefisien ekspansi thermal yang sangat rendah.

Secara detail, borosilicate glass dibuat dengan kadar boron trioksida sebesar 15% yang menjadi bahan utama dalam memberikan karakter thermal shock resistant pada alat kaca. Bahan tersebutlah yang juga membuat gelas dapat menahan perubahan suhu ekstrem, seperti perpindahan dari freezer ke oven tanpa ada retakan.

2. Soda-Lime Glass

Sumber : us.vwr.com

Soda-lime adalah kaca mengandung silikon dioksida sebagai bahan utamanya. Kaca ini yang umum dibuat, yakni sekitar 90% dari semua gelas yang diproduksi. Pembuatan kaca soda-lime melibatkan tiga komponen dasar: silika atau silikon dioksida (70%), sodium dioksida (15%), dan kalsium oksida (9%). Tujuan penggunaan sodium dioksida adalah menurunkan titik leleh silika, sedangkan kalsium oksida berperan sebagai stabilizer. Bahan gelas ini biasa digunakan untuk wadah kaca seperti botol.

B. Perbedaan Borosilicate dan Soda-Lime Glass

Uniknya, secara komposisi borosilicate dan soda-lime mengandung elemen yang sama, lho! Tetapi, kadar persentase tiap elemen berbeda. Borosilicate mengandung senyawa silikon dioksida dan boron trioksida yang lebih tinggi.

Silikon Dioksida SiO2, Boron Trioksida B2O3, Sodium Oxide Na2O, dan Aluminium Oxide Al2O3 adalah empat senyawa dari Soda-kapur kaca dan kaca Borosilikat. Namun, proporsi masing-masing berbeda dalam gelas Borosilikat dan gelas Soda-kapur. Campuran dalam gelas Borosilikat mengikat semua bahan kimia lebih erat, menyebabkan titik lebur yang jauh lebih tinggi. Kaca borosilikat memiliki proporsi silikon dioksida yang lebih tinggi daripada gelas Soda Lime (80,6% dalam gelas Borosilikat dan 69% dalam gelas Soda-kapur). Selain itu, ada empat perbedaan utama yang harus kamu tahu.

1. Thermal and Acid Resistance

Perbedaan paling mencolok dari kedua jenis glassware ini adalah ketahanannya terhadap suhu. Borosilicate mampu menghadapi kejutan suhu (thermal shock), seperti perubahan langsungd ari suhu dingin ke suhu panas ataupun sebaliknya. Jika sampelmu butuh untuk dipanaskan di atas air mendidih atau disimpan di dalam freezer bersuhu kurang dari 0°, borosilicate glass cocok untuk kamu gunakan. Eits, tapi bukan berarti soda-lime glass tidak layak dipertimbangkan. Soda-lime glass bisa dijadikan opsi pertama jika sampelmu berada di suhu normal. Selain itu, borosilicate lebih cocok digunakan di laboratorium yang sering menggunakan asam dan basa ketimbang soda-lime.

2. Hardness

Kalau mengacu pada tingkat kekerasan, borosilikat lebih keras, kuat, dan awet dibandingkan soda-lime glass. Menurut skala Mohs, borosilicate berada di angka 7.5 dan tipe kaca lain adalah 6. Di sisi lain, soda-lime glass dapat dilunakkan kembali berkali-kali tanpa mengurangi kualitas.

3. Plasticity

Borosilicate glass dapat dibuat menjadi bentuk yang lebih rumit (contoh: vacuum flask) karena mempunyai CTE (Coefficient of Linear Thermal Expansion) yang lebih kecil.

4. Price

Mungkin kamu sudah bisa menebak soal harganya setelah membaca penjelasan di atas. Ya, borosilicate harganya relatif lebih mahal daripada soda-lime. Walaupun lebih murah, bukan berarti selain borosilicate tidak bagus untuk jadi salah satu koleksi di lemari laboratorium. Harga soda-lime yang terjangkau justru menjadi keunggulan jika sampelnya tidak membutuhkan perlakuan suhu atau pH ekstrem.

Lengkapi kebutuhan laboratorium Anda dengan Laboratorium Solusi Indonesia sebagai penyedia alat-alat laboratorium terbaik di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *