Back to Articles

Categories
Alat Laboratorium Distributor Alat Lab

Apa Itu Autoklaf? Ini Fungsi, Jenis, dan Tips Membelinya!

Sumber: Andarupm 

Pernah mendengar istilah autoklaf? Bagaimana prinsip kerjanya? Ini merupakan mesin steam untuk mensterilkan berbagai peralatan yang ada di laboratorium. Cara kerjanya adalah dengan memanfaatkan uap sehingga bakteri, virus, jamur, serta organisme bisa mati.

Memahami fungsi dan tips sebelum membelinya merupakan hal yang sangat penting. Pembahasan selengkapnya bisa Anda simak melalui pemaparan berikut.

Apa Itu Autoklaf?

Jika melihat dari segi bahasa, autoklaf adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa asing (autoclave). Terdapat dua kata, yaitu ‘auto’ dari bahasa Yunani yang artinya diri. Kemudian ada kata ‘clavis’ dari bahasa Latin dan mempunyai arti kunci.

Karakteristik Autoklaf

Di Indonesia, orang-orang menyebutnya dengan istilah otoklaf. Berdasarkan penjabaran di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa ini merupakan sebuah alat pengunci diri. Bisa juga memiliki  arti ruang kedap yang tertutup atau terkunci rapat.

Ketika Anda mencari kata autoclave berdasarkan istilah, ini merupakan sebuah alat laboratorium untuk mensterilkan berbagai peralatan laboratorium yang Anda gunakan. 

Mungkin Anda sekarang bertanya kenapa alat-alat tersebut perlu untuk di sterilisasi? Jawabannya, yaitu karena semua alat tersebut masih bisa Anda gunakan lagi.

Jadi, memang alat laboratorium ini bukan sekali pakai kemudian Anda buang. Akan tetapi, Anda wajib mensterilkan demi menghilangkan serta membunuh virus, bakteri, mikroorganisme, spora, dan lain-lain.

Lalu berapa lama waktu untuk melakukan sterilisasi? Sebenarnya autoklaf mempunyai batas waktu yang cenderung berbeda. Jika di dalam proses sterilisasi tersebut, membutuhkan waktu sekitar 60 menit, maka jangka waktu antara peralatan yang satu dengan yang lain adalah 1 jam.

Fungsi Autoklaf

Fungsi dari autoklaf sendiri memang sangat penting di dalam sebuah laboratorium. Setiap lab pasti mempunyai alat ini untuk membersihkan peralatan dari bakteri maupun organisme. Beberapa fungsi lain dari autoclave, yaitu:

  • Berfungsi untuk mensterilkan wadah serta benda yang ada di laboratorium yang biasanya digunakan untuk penelitian.
  • Berguna dalam mensterilkan berbagai peralatan medis di bidang kedokteran.
  • Mematikan bahan-bahan yang berbahaya yang terdapat di limbah medis sebelum membuangnya.

Jenis-Jenis Autoklaf Berdasarkan Sumber Panas

Berikut ini adalah jenis-jenis autoklaf berdasarkan sumber panas yang perlu Anda ketahui:

1. Autoclave Pemanas Gas

Jenis yang pertama ini termasuk ke dalam kategori manual. Sebuah autoklaf yang menggunakan panas dari api. Biasanya memanfaatkan bunsen maupun kompor. Memang sangat sederhana, sehingga ada yang menyebutnya sebagai autoclave tradisional.

Suhu serta tekanannya bisa Anda sesuaikan dengan cara mengatur volume maupun besarnya api yang terdapat di bunsen atau kompor. Tentu saja untuk jenis yang satu ini mempunyai kekurangan. Anda harus mengecek dan membutuhkan perlakuan secara manual ketika proses sterilisasi sedang Anda lakukan.

Tujuannya untuk bisa mempertahankan tekanan serta suhu, sehingga tidak sampai melebihi batas maksimal. Sementara untuk keunggulannya adalah memiliki harga yang lebih murah. Alat ini juga penggunaannya cukup sederhana serta tidak memerlukan energi listrik.

2. Autoklaf Pemanas Listrik

Kebalikan dari jenis yang pertama, untuk autoclave yang satu ini memanfaatkan tenaga listrik agar bisa bekerja. Dari segi kecanggihan, tentunya lebih baik dari jenis sebelumnya. Di dalamnya juga sudah terdapat timer serta sensor suhu atau temperatur.

Jadi, Anda tidak perlu lagi memantau selama Anda menggunakannya. Proses pemantauan akan berlangsung secara otomatis. Anda tinggal mengaturnya melalui timer yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan.

Kemudian, untuk sensor panas yang ada di autoklaf pemanas listrik, berfungsi membantu dalam proses pengaturan temperatur. Dari segi harganya tentunya lebih mahal. Selain itu, pada saat ada salah satu bagian yang mengalami masalah, berpotensi menyebabkan autoclave tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Jenis-jenis Autoklaf Berdasarkan Sistem Kerja

Setelah memahami apa saja jenis autoklaf berdasarkan sumber panasnya, masih ada jenis lain yang juga harus Anda ketahui. Sebuah autoclave juga bisa Anda kategorikan sesuai dengan sistem kerjanya. Berikut jenis-jenisnya:

1. Gravity Displacement Autoclave

Cara kerjanya adalah dengan menggunakan gaya gravitasi bumi yang akan bekerja pada udara dan uap. Uap mempunyai masa yang lebih ringan daripada udara. Jadi, pada saat kedua zat tersebut ada di dalam satu tabung, maka udara akan ada di bawah.

Adapun prinsip kerja dari autoklaf gravity displacement, yaitu memasukkan uap ke bagian atas, sehingga mampu menekan udara. Semakin banyak  uap yang Anda masukkan, maka udara semakin tertekan, lalu keluar melewati saluran yang ada di bawah autoclave.

Ketika proses ini sudah selesai, maka suhu akan otomatis meningkat. Kemudian, proses sterilisasi akan dimulai. Sebagai tambahan, bahwa jenis autoklaf ini mempunyai suhu berkisar 120ºC sampai dengan 135ºC dalam jangka waktu 15 sampai 30 menit.

2. High Vacuum Autoclave

Cara kerja high vacuum autoclave berbeda dengan autoklaf gravitasi. Terdapat pompa yang berguna untuk mengeluarkan udara yang ada  di dalam autoclave yang akan menyebabkan vacuum.

Pada saat tersebut, uap bisa Anda masukkan ke tabung, sehingga mampu menyentuh semua permukaan benda yang Anda sterilkan. Proses pengeluaran udara pada autoklaf berlangsung antara 8 sampai dengan 10 menit.

Keunggulan high vacuum autoclave adalah bekerja secara lebih cepat dari jenis sebelumnya. Hanya dalam waktu 3 sampai 4 menit, suhuya sudah bisa mencapai 135 ºC.

3. Autoclave Steam-Flush

Satu lagi autoclave yang hadir dengan berdasarkan cara kerjanya. Autoclave yang memiliki nama lain Pressure-Pulse ini bekerja dengan mengandalkan prinsip dorongan serta tekanan. Sebelum melakukan sterilisasi, maka uap akan dialirkan, lalu Anda berikan dorongan tekanan yang melebihi tekanan atmosfer.

Sehingga, udara akan otomatis terdorong ke luar. Proses tersebut harus Anda lakukan secara berulang. Adapun mengenai waktu yang Anda butuhkan dalam satu siklus sterilisasi dengan memanfaatkan autoclave steam-flush menyesuaikan benda yang Anda sterilkan.

Tips Membeli Autoklaf Berkualitas Terbaik

Informasi yang tidak kalah penting, yaitu memahami tips sebelum Anda membeli autoklaf, seperti berikut ini:

1. Menentukan Ukuran Autoclave

Tips pertama, yaitu Anda harus menentukan ukuran autoklaf yang Anda butuhkan. Anda bisa menyesuaikan dengan ruangan yang ada di klinik maupun rumah sakit. Kemudian, Anda juga harus memperhitungkan berapa banyak pekerjaan yang memerlukan alat sterilisasi tersebut. Agar sesuai dengan kebutuhan.

2. Mengetahui Apa Saja Alat yang Akan Anda Sterilkan

Selain menyesuaikan dengan ruangan, Anda juga harus mengetahui kira-kira apa saja alat yang perlu Anda sterilkan menggunakan autoklaf. Ini untuk menimbang apakah nanti alat yang Anda beli tersebut sesuai atau tidak.

Misalnya, peralatan medis yang Anda miliki tidak banyak. Akan tetapi, jika alat tersebut ukurannya besar, maka Anda perlu autoklaf yang ukurannya juga besar. Supaya, proses sterilisasi bisa berlangsung secara optimal.

3. Memperhatikan Kualitas Air

Tips berikutnya yang juga tidak kalah penting, yaitu Anda perlu memperhatikan kualitas air. Hal ini berkaitan dengan keawetan dari alat tersebut. Sekaligus juga menentukan seperti apa performa ketika mensterilkan alat kesehatan.

4. Melihat Katalog Autoclave

Demi memberikan gambaran secara lebih jelas seputar jenis-jenis autoclave, maka Anda perlu mencari katalog online. Sebuah katalog yang akan memberikan informasi tentang jenis autoklaf.  Dari sini Anda bisa mengetahui seperti apa tipe, model, maupun merek yang paling tepat.

5. Beli yang Bergaransi

Kualitas barang yang akan Anda beli akan menjamin seberapa lama barang tersebut bisa bertahan. Garansi merupakan faktor yang harus Anda perhatikan. Oleh sebab itu, belilah autoclave yang menawarkan garansi. Ketika ada sesuatu yang tidak Anda inginkan, maka Anda bisa memanfaatkan garansi tersebut. 

6. Memperhatikan Voltase Listrik yang Anda Butuhkan

Perhatikan spesifikasi mesin steam tersebut sebelum Anda membelinya. Nanti, Anda bisa mengecek berapa besar voltase dibutuhkan agar autoklaf bisa Anda gunakan. Jadi, alat tersebut bisa bekerja tanpa mengalami kendala.

7. Beli di Tempat Terpercaya

Tips terakhir adalah Anda harus membeli autoklaf tersebut pada tempat terpercaya. Jangan tergiur oleh harga miring, karena yang harus menjadi fokus utama Anda adalah kualitasnya.

Oleh sebab itu, Laboratorium Solusi Indonesia bisa Anda jadikan referensi sebagai situs terpercaya untuk membeli autoklaf. Anda akan mendapatkan layanan berkualitas baik sebelum atau pasca pembelian.

Anda juga dapat mengakses halaman produk LSI untuk melihat peralatan laboratorium lainnya.

Sudah Paham Tentang Autoklaf?

Apakah Anda sudah memahami apa itu autoklaf? Kesimpulannya, baik rumah sakit atau klinik kesehatan penting untuk memiliki alat satu ini. Supaya proses sterilisasi berbagai alat kesehatan bisa lebih mudah Anda lakukan dan hasilnya pun bisa lebih optimal. Kami juga membagi cara merawat mesin autoklaf disini. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *